sumber: www.imdb.com/title/tt0499549
Avatar TSRip
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 06.01 | Action, Adventure, Sci-Fi, Thriller | 0 komentar »sumber: www.imdb.com/title/tt0499549
Avatar Trailer
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 17.10 | Action, Adventure, Animation | 0 komentar »9 DVDrip
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 07.08 | Adventure, Animation, Drama, Fantasy, Sci-Fi | 0 komentar »Yang pada suka film animasi bisa jadi referensi tersendiri buat nonton film ini, silahkan download aja, berikut review filmnya :
Film yang berasal dari sebuah film pendek berjudul sama karya Shane Acker yang menjadi nominasi Oscar tahun 2005 ini mengangkat tema mengenai kehidupan di bumi pascakehancuran akibat perang. Tentu saja, tetap dengan ciri khas Burton: suram, penuh kehancuran, kematian, dan karakter yang cukup mengerikan.
Cerita ini diawali dengan hidupnya 9 (Elijah Wood), sebuah boneka rajutan di masa pascakehancuran. Saat itu, bumi bukanlah tempat yang layak untuk dihuni. Umat manusia telah musnah. Tidak ada pepohonan, tanah mengering, dan sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah bangkai manusia dan reruntuhan bangunan.
Ketika berkelana, 9 bertemu dengan 2 (Martin Landau), seorang penemu yang membantu 9 mendapatkan suaranya sehingga ia bisa berbicara. Di sana, ternyata mereka terlihat oleh Cat Beast yang kemudian mengejar mereka mati-matian. Akibat melindungi 9, 2 akhirnya tertangkap. Setelah itu, 9 bertemu dengan 5 (John C. Reiley), 6 (Crispin Glover), 1 (Christopher Plummer), dan 8 (Fred Tatasciore). Dari cerita 5, 9 mengetahui bahwa musuh mereka selama ini adalah robot. Selama itu, mereka bersembunyi di sebuah bangunan bekas gereja, menunggu sampai kaum robot mati dengan sendirinya karena kehabisan daya. Namun, 9 tidak berpendapat demikian. Ia ingin melawan para robot, yang telah memusnahkan umat manusia dan menculik 2. Bersama 5, ia masuk ke sarang musuh dan mencoba menyelamatkan 2. Ketika berusaha menyelamatkan 2, 9 dan 5 bertemu 7 (Jennifer Connely), satu-satunya karakter perempuan di film ini. 7 memiliki keahlian bela diri yang cukup baik.
Misi penyelamatan 2 akhirnya gagal karena 9 memasang sebuah kunci ke sebuah robot induk yang bernama Fabrication Machine. Robot yang tadinya tidak aktif tersebut meraih 2 untuk diserap jiwanya. Robot induk tersebut lalu hidup dan mulai memproduksi robot-robot lainnya. Maka, dimulailah peperangan antara robot dan para boneka. Para robot mulai mengejar 9 dan kawan-kawannya untuk diserap jiwanya. Sedangkan, 9 dan 1 selama berselisih paham mengenai tindakan terbaik yang harus mereka ambil. 9 ingin melawan para robot dan ia mendapat dukungan dari teman-temannya.
Dari kembar 3 dan 4, 9 mengetahui sejarah dan asal-usul para robot. Dari 6, 9 juga mengetahui awal mula terciptanya mereka. Di penghujung film, 9 memutuskan untuk mengukuti saran 6 untuk kembali ke tempat awal ia terbangun.
Saran apa yang diusulkan 6? Apakah 9 bisa membuktikan pada 1 bahwa tindakannya benar? walaupun memiliki ending, film ini meninggalkan banyak teka-teki dan pertanyaan besar dari para penontonnya.
Penuh Keambiguan
Suasana suram akan langsung terasa dari awal Anda menonton film ini. Film jenis ini tidak akan menawarkan jalan cerita dan akhir yang cukup memuaskan. Namun, bisa menjadi hiburan yang cukup menarik, apalagi bagi Anda yang menggemari film-film bertema post-apocalyptic. Dalam film jenis ini, waktu seakan berhenti dan kehidupan terasa sangat mengerikan.
Dalam film ini, Anda tidak akan menemukan hewan yang berbicara atau menari-nari sambil bernyanyi dengan suara merdu. Anda juga tidak akan menemukan celetukan dan humor kocak yang dapat mengocok perut. 9 memang film animasi, tetapi film ini memosisikan dirinya di tengah—membuatnya sangat sulit untuk diklasifikasikan. Film ini mendapat rate PG-13 karena dianggap terlalu mengerikan untuk anak-anak, namun juga dianggap kurang menantang untuk dewasa.
Ada beberapa hal dalam film ini yang cukup menarik untuk diulas. Seperti keambiguan yang terjadi dalam pemilihan waktu kejadian. Sejarah yang disajikan dalam film ini, tidak sesuai dengan sejarah pada dunia nyata. Latar peristiwa yang diangkat, seperti perang parit (trench warfare), penggunaan kata “Vorsicht”, dan desain senjata yang digunakan dalam perang, semuanya merujuk para era Perang Dunia I. Semuanya diperkuat dengan penggunaan fonograf dan pemilihan lagu “Over The Rainbow” yang membuat film ini mengambil latar waktu sekitar tahun 1930-an.
Fakta-fakta tersebut tidak sesuai dengan peristiwa besar yang akhirnya menyebabkan kemusnahan umat manusia. Diceritakan, pada masa itu, seorang ilmuwan berhasil mengembangkan teknologi robot bernama Fabrication Machine, yang dapat digunakan untuk memproduksi ribuan robot canggih multifungsi. Di sini, kejanggalan terjadi. “Keprimitifan” yang masih sangat tampak di film ini seperti “mental” karena penemuan sang ilmuwan. Bagaimana bisa, masa di mana teknologi yang digunakan untuk proyektor dan televisi masih menggunakan grayscale, namun bisa tercipta sebuah robot raksasa canggih yang dapat memiliki kemampuan berpikir dan memimpin robot lainnya untuk menyerang manusia? Namun, saya kembali ingat bahwa Acker membuat animasi ini sesuai dengan “dunia”-nya. Jadi, mungkin plot dalam cerita ini, mengikuti imajinasi yang ada di kepala Acker, sebuah dunia di mana teknologi dan keprimitifan berjalan seirama.
Masa Computer Generated
Toy Story, Ice Age, Polar Ekspress, dan banyak animasi lainnya yang dirilis dalam kurun waktu 1990—2000-an sudah mulai menggunakan teknologi yang dinamakan Computer Generated Imagery (CGI). Animasi-animasi tersebut dibuat dengan bantuan komputer sepenuhnya. Teknologi lawas seperti one-stop motion mungkin sudah saatnya digantikan dengan cara yang lebih canggih lagi.
Tapi, pendapat itu dibantah habis-habisan oleh Acker. Walaupun 9 dikerjakan menggunakan CGI, pergerakan tiap karakternya tetap menggunakan teknik one-stop motion. Lalu, pemolesan terakhir, seluruhnya dikerjakan menggunakan CG sehingga gerakan para karakter terlihat lebih halus.
Untuk mendapatkan efek yang lebih nyata, kru 9 melakukan hunting lokasi dan foto agar kesan suram, kehancuran, dan peperangan dapat terlihat nyata. Demi mendapatkan hasil maksimal, mereka pun tidak tanggung-tanggung mendalami bidang sinematografi.
Walaupun film ini tidak dirilis dalam bentuk 3D seperti animasi lainnya, Anda tetap bisa menikmati animasi ini seakan Anda menggunakan kacamata 3D. Pemilihan warna dan penggambaran setiap detail karakter sangat teliti, membuat Anda meyakini bahwa seluruh aspek dalam film tersebut nyata, bukan hasil rekayasa komputer.
2012 DVDRip
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 19.43 | Action, Drama, Sci-Fi, Thriller | 0 komentar »Assassin's Creed II: Lineage (2009) DVDRip
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 19.38 | Action | 0 komentar »
Download
Sumber : www.imdb.com/title/tt1201133
The Final Destination - DVDRip ( 2009 )
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 08.31 | Horror, Thriller | 0 komentar »Movie | Subtittle
link download : www.imdb.com/title/tt1144884
Review Film :
Kejadian ini berawal dari seorang pemuda bernama Nick O’Bannon yang berencana menonton balap mobil dengan teman2nya. Namun nick mendapat gambaran kejadian yang sangat mengerikan tentang kecelakaan dalam arena balap secara beruntun yang mengakibatkan beberapa pecahaan kendaraan terlempar kearah penonton. Gambaran kejadian ini merupakan sebuah mimpi, dalam mimpinya itu Nick dan teman-temannya tewas. Saat terbangun, Nick panik dan mengajak semua teman-temannya pergi dari sana secepatnya.
Akhirnya peristiwa mengerikan itu benar-benar terjadi, Setelah peristiwa itu kematian yang aneh pun muncul terhadap orang-orang yang selamat dalam kejadian di arena balap, Mampukah Nick, Lori (Shantel VanSanten), Janet (Haley Webb), Hunt (Nick Zano) menghindar dari takdir kematian yang telah ditetapkan ini?
Download :Movie | Subtitle English
Sumber : www.imdb.com/title/tt1185266
Transformers: Revenge of the Fallen DVDRip
Diposting oleh Ruben nurdiasmanto | 03.45 | Action, Adventure, Sci-Fi | 0 komentar »Movie CD1 | CD2 | Subtitle Ind
sumber : www.imdb.com/title/tt1055369
Langsung download atau baca dulu review filmnya dibawah ini, yang jelas efek-efek keren banyak banget di film ini. Kalo yang dah biasa nonton kartunnya asti dah agak kenal, tapi kan belum liat gambar nyata dalam bentuk 3d nya , celidot
Kota Shanghai China dilanda kebocoran gas dan seluruh penduduk harus diungsikan. Namun sebenarnya yang terjadi bukanlah kebocoran gas melainkan adanya robot Decepticons yang mengacau. Autobot yang bekerjasama dengan militer Amerika datang memerangi robot Decepticons. Dimana akhirnya robot pengacau kalah dan salah satunya mengungkapkan bahwa The Fallen akan kembali.
Sam Witwicky (Shia LaBeouf) sedang ditelepon kekasihnya yang bernama Mikaela Banes (Megan Fox) ketika tidak sengaja menemukan pecahan kubus Allspark. Pecahan tersebut kemudian jatuh ke dapur dan menyebabkan alat2 rumah tangga berubah menjadi robot. Sam dan ayahnya diserang oleh robot-robot tadi. Mereka terdesak dan akhirnya dibantu oleh Bumblebee dimana alhasil seluruh rumah hancur berantakan. Informasi yang ada di pecahan Allspark ternyata berpindah ke otak Sam yang menyebabkan selalu muncul kode-kode aneh di pikirannya.
Rongsokan Megatron yang dulu dibunuh Optimus dihidupkan kembali oleh Skorpinox di bawah laut. Megatron kemudian kembali ke planet Cybertron dan bertemu The Fallen. The Fallen mengetahui bahwa informasi yang ada di Allspark telah berpindah ke Sam dan memerintahkan pengejaran terhadapnya. Disinilah kisah kejar-kejaran antara Decepticons dengan Sam, Mikaela serta teman satu asramanya Leo (Ramon Rodriguez) yang dilindungi Autobot dimulai. Dimana Sam juga berusaha untuk memecahkan kode-kode yang ada dikepalanya dengan bantuan Simmons (John Turturro) mantan agen sektor 7.
Transformer : Revenge Of The Fallen lebih banyak mengandalkan kehebatan teknik visual efek terutama detail robot yang terlihat jelas meski dalam adegan lambat. Banyak sekali robot yang ditampilkan, dari yang mini sampai super besar, bahkan robot model Terminator juga ada. Dimana bentuknya berupa gadis cantik dan seksi. Sayangnya robot Autobot yang diekpose hanyalah Optimus, Bumblebee serta 2 robot kembar yang agak idiot – Skid dan Mudflap. Perkelahian antar robot banyak berlangsung dalam adegan cepat dan berputar sehingga kadang agak memusingkan.
Saat Deceptions menyerang kota dengan bola-bola api mirip dengan adegan di Armagedon dimana terjadi hujan meteorit. Orang-orang memandang keatas kemudian bola api menabrak menara dan rubuh kebawah. Sedangkan saat kapal perang tenggelam ke dalam laut mirip dengan di film Pearl Harbour. Mungkin sang sutradara – Michael Bay, ingin mengulang kehebatan adegan di film terdahulunya.
Adegan konyol dan haru juga mewarnai film ini saat Bumblebee menangis karena ditinggal Sam untuk kuliah. Robot bisa menangis? Mungkin air radiatornya yg keluar hehe. Momenta haru lain adalah saat Mikaela menangis karena Sam terkena bom. Ada adegan tangan Sam diperban, sebenarnya itu karena luka beneran. Shia LaBeouf mengalami kecelakaan mobil tapi diluar shoting. Sehingga ada kisah yang diubah. Kalau dilihat seksama jari tangannya ada yang digips.
Walau visual efeknya cukup mumpuni namun cerita yang diusung kurang menggigit. Karakter Mikaela juga tidak begitu banyak berperan, seperti hanya sebagai pelengkap dengan gincu yang terlalu merah dan mengekploitasi keseksiannya. Bagian akhir juga menggantung dan tidak begitu mengelegar. The Fallen sangat mudah dikalahkan oleh Optimus dalam pertempuran di Piramida Giza.
Transformer: Revenge Of The Fallen mulai diputar di Indonesia tanggal 24 Juni 2009. Dimana sampai pemutaran tanggal 28 Juni 2009 masih dijejali oleh penonton.
Durasinya cukup panjang yaitu sekitar 147 menit. Selain dibuat dalam versi biasa, Transformer 2 juga dibuat dalam format IMAX, dimana Optimus akan ditampilkan dalam ukuran sebenarnya. Ruang hardisk yang dibutuhkan untuk pembuatan 3D robot (CGI) ternyata sangat besar yaitu sekitar 140 terabyte. Sedangkan tiap frame CGI di format IMAX membutuhkan 72 jam untuk merendernya. Mobil yang digunakan sebagian besar adalah buatan General Motors.
Transformer: Revenge Of The Fallen sangat bagus dan menghibur dengan rentetan action yang memukau sepanjang film walau dengan kekurangan jalan cerita yang kurang sip serta durasi yang sangat panjang. Saya memberi nilai 3,5 untuk 5 bintang.
(Andai ada Transformer Indonesia bentuknya pasti kayak diatas. Taksi-bot dan Trans-bot hehe)
Sebenarnya film ini ditujukan untuk PG-13 atau 13 tahun keatas (kalau di Indonesia rate-nya adalah remaja) sehingga tidak cocok untuk anak-anak SD atau dibawahnya karena mengandung kekerasan serta adegan seksi. Jadi jika ingin mengajak anak/keponakan Anda yang masih dibawah umur untuk menonton, lebih baik film Garuda di Dadaku, King atau yang akan tayang Ice Age 3 dan Up.
Gak tau ini film kaya apa , yang jelas the notebook adalah film bernuansa drama romantis. Buat pasangan muda-mudi yang lagi kasmaran , alias jatuh cinta. Coba deh tonton aja film ini. dijamin mak yos...cekidot...
Review :lagi jamannya kali ya , film2 yang mirip avatar. Mengendalikan orang atau diri sendiri diwakili bentuk lain dalam kehidupan nyata. Di film ini juga. Avatar kita adalah seorang robot...cekidot







